"Bukanlah seorang mukmin, Jika saudaranya merasa tidak nyaman dengan perkataannya".

Kamis, 08 April 2021

Sosialisasi RAKORNAS BPKK DPW PKS Jawa Tengah


Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPW PKS Jateng menggelar Sosialisasi Hasil RAKORNAS sebagai Rangkaian Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW PKS 2021.

Rapat Koordinasi virtual ini diselenggarakan pada hari kamis, 8 April 2021, dihadiri oleh Pengurus BPKK Kota/Kab PKS se-jawa tengah dengan jumlah peserta 183 partisipan. Acara yang dimulai pukul 12.00 WIB ini dibuka dengan lantunan ayat suci Al Qur'an dan sambutan Ketua DPW PKS Jawa Tengah Ustadz Haris semakin menambah semangat peserta. 

"Rapat koordinasi BPKK DPW kali ini diharapkan bisa menguatkan semangat kader di tingkat kota/kab untuk selalu Melayani dan Bersama Rakyat. Dengan program unggulan yaitu peran Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang selama ini sudah melakukan aksi pelayanan kepada masyarakat," imbuh Suminah selaku ketua BPKK DPW PKS Jawa Tengah. (nv)

Jumat, 05 Agustus 2016

QURBAN

Qurban berasal dari bahasa Arab, Qurban atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah secara harfiah berarti hewan sembelihan. Secara bahasa Arabnya, qurban diambil dari kata Qaruba (fi’il madhi) – Yaqrabu (fi’il mudhari’) – Qurban wa Qurbaanan (mashdar), yang artinya mendekati atau menghampiri.
Qurban dalam fiqih Islam yaitu hewan yang dipotong dalam rangka taqarrub kepada Allah, berkenaan dengan tibanya Idul Adha atau Yaumun Nahr pada tanggal 10 Dzulhijjah. Disebut hari Nahr (atas dada) karena pada umumnya waktu dulu, hewan yang dipotong itu adalah onta yang cara pemotongan atau penyembelihannya dalam keadaan berdiri dengan ditusukkannya pisau ke lehernya dekat dada onta tersebut. Kemudian di kalangan kta popular dengan sebutan “Qurban” yang artinya ‘sangat dekat’ karena hewan itu dipotong dalam rangka taqarrub kepada Allah. 
Ritual qurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah, yakni pada tanggal 10 (hari Nahr) dan 11, 12, dan 13 (hari Tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Sabtu, 11 Juni 2011

Wanita Hebat Pengukir Sejarah Islam

Rasulullah Salallahu`alaihiwasalam bersabda :
“Ada empat wanita mulia yang juga penghulu segala wanita di dunia; mereka itu ialah Asiah binti Muza him isteri Firaun; Maryam binti Imran, ibunda Isa; Khadijah binti Khuwailid, isteri Rasulullah saw dan Fatimah binti Muhammad, puteri kesayangan Baginda.”
(Riwayat Bukhari)
1. Maryam Binti Imran (Ibunda Nabi Isa AS)
Maryam adalah simbol wanita dalam ibadah dan ketinggian darajat ketakwaannya kepada Allah serta mampu memelihara kesucian diri dan kehormatannya ketika mengabdikan dirinya kepada Allah.
2. Asiyah Binti Muza (Istri Firaun)
Asyiah adalah simbol teladan bagi wanita beriman yang tetap mempertahankan keimanannya kepada Allah, meskipun suaminya menyiksanya dengan siksaan yang amat berat, asiyah tetap memegang teguh keimanannya pada Allah SWT.
3. Khadijah binti Khuwailid (Istri Nabi Muhammad SAW)
Khadijah adalah simbol kepada isteri yang setia tanpa mengenal lelah mendampingi suaminya menegakkan panji-panji kebenaran Islam, berkorban jiwa raga dan segala harta bendanya serta rela menanggung berbagai risiko dan cobaan dalam menyebarkan risalah Islam yang diamanahkan pada bahu Rasulullah. Subhanallah, bahkan wanita ini merelakan seluruh hartanya untuk kepentingan dakwah, kepentingan seluruh umat.
4. Fatimah binti Muhammad (puteri kesayangan Rasulullah)
Fatimah adalah simbol wanita yang solehah; anak yang soleh dan taat dihadapan ayahnya; isteri yang setia dan taat di hadapan suaminya serta ibu yang bijaksana di hadapan putera puterinya. Dialah pemuka segala wanita , sewajarnya dijadikan panutan Muslimah.